Senin, 16 Oktober 2017

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh tiga pilar sebagai berikut: tepat kepada orangnya atau relevan (relevance), tepat waktu (timeliness), dan tepat nilainya atau akurat (accurate). Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar ini tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah (garbage).

Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Audit Sistem Informasi dilakukan untuk:

  1. Apakah sistem komputerisasi suatu organisasi/perusahaan dapat mendukung pengamanan aset.
  2. Apakah sistem komputerisasi dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
  3. Apakah  sistem  komputerisasi  tersebut  efektif,  efisien  dan  data integrity terjamin.
Dalam melaksanakan Audit sistem informasi, seorang auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini terpenuhi.
  1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
  2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
  3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
  4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
  5. Data sumber yang tidak akurat. atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
  6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

Tujuan Audit Sistem informasi

1. Mengamankan Asset
Aset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), manusia (people), file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya.

2. Menjaga Integritas Data
Integritas data berarti data memiliki atribut:
kelengkapan, baik dan dipercaya, kemurnian, dan ketelitian. Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar atau kejadian yang ada tidak terungkap seperti apa adanya.

Keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga integritas data, dengan konsekuensi akan ada biaya prosedur pengendalian yang dikeluarkan harus sepadan dengan manfaat yang diharapkan.

3. Menjaga Efektifitas Sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya.
perlu upaya untuk mengetahui kebutuhan pengguna sistem tersebut (user), apakah sistem menghasilkan laporan atau informasi yang bermanfaat bagi user. Auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.

Biasanya audit efektivitas sistem dilakukan setelah suatu sistem berjalan beberapa waktu.
Manajemen dapat meminta auditor untuk melakukan post audit guna menentukan sejauh mana sistem telah mencapai tujuan.

4. Efisiensi
Dikatakan efisien jika ia menggunakan sumberdaya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Pada kenyataannya, sistem informasi menggunakan berbagai sumberdaya, seperti mesin, dan segala perlengkapannya, perangkat lunak, sarana komunikasi dan tenaga kerja yang mengoperasikan sistem tersebut.

Tahapan Audit Sistem Informasi

Perencanaan (Planning)

Tahap perencanaan ini yang akan dilakukan adalah menentukan ruang lingkup (scope), objek yang akan diaudit, standard evaluasi dari hasil audit dan komunikasi dengan managen pada organisasi yang bersangkutan dengan menganalisa visi, misi, sasaran dan tujuan objek yang diteliti serta strategi, kebijakan-kebijakan yang terkait dengan pengolahan investigasi.

Perencanaan meliputi beberapa aktivitas utama, yaitu:

  • Penetapan ruang lingkup dan tujuan audit
  • Pengorganisasian tim audit
  • Pemahaman mengenai operasi bisnis klien
  • Kaji ulang hasil audit sebelumnya
  • Penyiapan program audit

Pemeriksaan Lapangan (Field Work)

Tahap ini yang akan dilakukan adalah pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dengan pihak-pihak yang terkait. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapan berbagai metode pengumpulan data yaitu: wawancara, quesioner ataupun melakukan survey ke lokasi penelitian.

Pelaporan (Reporting)

Audit Sistem Informasi - Setelah proses pengumpulan data, maka akan didapat data yang akan diproses untuk dihitung berdasarkan perhitungan maturity level. Pada tahap ini yang akan dilakukan memberikan informasi berupa hasil-hasil dari audit. Perhitungan maturity level dilakukan mengacu pada hasil wawancara, survey dan rekapitulasi hasil penyebaran quesioner. Berdasarkan hasil maturity level yang mencerminkan kinerja saat ini (current maturity level) dan kinerja standard atau ideal yang diharapkan akan menjadi acuan untuk selanjutnya dilakukan analisis kesenjangan (gap). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kesenjangan (gap) serta mengetahui apa yang menyebabkan adanya gap tersebut.

Tindak Lanjut (Follow Up)

Tahap ini yang dilakukan adalah memberikan laporan hasil audit berupa rekomendasi tindakan perbaikan kepada pihak managemen objek yang diteliti, untuk selanjutnya wewenang perbaikan menjadi tanggung jawab managemen objek yang diteliti apakah akan diterapkan atau hanya menjadi acuhan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Menurut Weber (2001), tahapan-tahapan audit sistem informasi terdiri dari:

Investigasi dan Penyelidikan Awal

Merupakan tahapan pertama dalam audit bagi auditor eksternal yang berarti menyelidiki dari awal atau melanjutkan yang ada unutk menentukan apakah pemeriksaan tersebut dapat diterima, penempatan staf audit yang sesuai melaukan pengecekan informasi latar belakang klien, mengerti kewajiban utama dari klien dan mengidentifikasi area resiko.

Pengujian atas Control (Tests of Controls)

Tahap ini dimulai dengan pemfokusan pada pengendalian menegemen, apabila hasil yang ada tidak sesuai dengan harapan, maka pengendalian manegemen tidak berjalan sebagai mana mestinya. Apabila auditor menemukan kesalahan yang serius pada pengendalian manegemen, maka mereka akan mengemukakan opini atau mengambil keputusan dalam pengujian transaksi dan saldo untuk hasilnya.

Pengujian atas Transaksi (Tests of Transaction)

Pengujian yang termasuk adalah pengecekan jurnal yang masuk dari dokumen utama, menguji nilai kekayaan dan ketepatan komputasi. Komputer sangat berguna dalam pengujian ini dan auditor dapat mengunakan software audit yang umum untuk mengecek apakah pembayaran bunya dari bank telak dikalkulasi secara tepat.

Pengujian atas Keseimbangan atau Hasill Keseluruhan (Tests of Balances or Overall Results)

Auditor melakukan pengujian ini agar bukti penting dalam penilaian akhir kehilangan atau pencatatan yang keliru yang menyebabkan fungsi sistem informasi gagal dalam memelihara data secara keseluruhan dan mencapai sistem yang efekti dan efesien. Dengan kata lain, dalam tahap ini mementingkan pengamatan asset dan integritas data yang obyektif.

Penyelesaian Audit (Completion of The Audit)

Tahap terakhir ini, auditor eksternal melakukan beberapa pengujian tambahan untuk mengoleksi bukti untuk ditutup dengan memberikan pernyataan pendapat.

Jenis-Jenis Audit Sistem Informasi

Menurut Weber, R. (2001), ada beberapa jenis-jenis dalam audit sistem informasi, yaitu sebagai berikut:

Audit Secara Bersamaan (Concurrent Audit)

Auditor merupakan anggota dari tim pengembangan sistem, mereka membantu tim dalam meningkatkan kualitas dan pengembangan untuk sistem spesifikasi yang mereka bangun dan akan diimpilakasikan.

Audit Setelah Implementasi (Post Implementation Audit)

Audito membantu organisasi untuk belajar dari pengalaman pengembangan dari sistem aplikasi. Mereka mengevaluasi apakah sistem perlu dihentikan, dilanjutkan atau di modifikasi.

Audit Umum (General Audit)

Auditor mengevaluasi kontrol pengembangan sistem secara keseluruhan, memberi opini audit tentang pernyataan keungan ataupun tentang keefektifitasan dan keefisienan sistem.

Faktor-faktor yang mendorong pentingnya pengendalian dan audit sistem informasi menurut Ron Weber (2001), yaitu sebagai berikut:

  • Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah, tidak ada visi, misi, perencanaan sistem informasi pimpinan tertinggi organisasi kurang peduli, tidak ada pelatihan dan pola karir personal yang baik dan sebagainya.
  • Mendeteksi resio kehilangan data.
  • Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi yang salah atau tidak lengkap.
  • Menjaga asset perusahaan karena nilai hadrware, sofrware dan personil yang lazimnya tinggi.
  • Mendeteksi error komputer.
  • Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer
 Metode Pengumpulan Data
 
Metode pengumpulan data sebagaimana telah dikemukakan di atas dapat dijelaskan sebagai
berikut:

a. Reviu Dokumen
Metode ini banyak digunakan dalam tahap-tahap Audit Kinerja. Hasil reviu dokumen
diharapkan dapat memberikan gambaran sejauh mana suatu kondisi atau fakta dalam
perusahaan memenuhi kriteria yang ada. Beberapa kriteria dapat langsung terpenuhi dari
ada atau tidaknya suatu dokumen, namun ada beberapa kriteria yang hanya dapat terpenuhi
melalui analisis lebih lanjut.
Untuk topik yang belum/tidak terdukung oleh dokumen karena ketiadaan dokumen atau
ketidakcukupan dokumen harus dilakukan teknik lain misal kuesioner, wawancara, atau
observasi.

b. Survai melalui Kuesioner
Metode survai observasi seperti yang disebutkan sebelumnya adalah metode pengumpulan
data primer yang diperoleh secara langsung dari sumber asli. Metode survai merupakan
metode yang menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis, Metode tertulis mengunakan
kuesioner sebagai alat bantunya. Kuesioner adalah seperangkat pertanyaan/pernyataan
yang telah disusun sebelumnya. Kuesioner bertujuan mengumpulkan informasi guna
menjawab kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kuesioner merupakan mekanisme
pengumpulan data yang efisien apabila auditor mengetahui dengan tepat variabel atau data
penting apa yang ingin di peroleh dan bagaimana cara mengukurnya. Namun demikian,
meskipun perancangan kuesioner telah disusun dengan sangat hati-hati, jelas dan tidak bias,
kurangnya pengetahuan responden mengenai permasalahan yang dipertanyakan akan
sangat berpengaruh pada hasil akhir kuesioner. Dengan memahami bahwa perancangan
kuesioner merupakan hal yang kritis dalam perolehan informasi, diharapkan kesalahan
dalam perancangannya dapat diminimalisir.

Sehubungan dengan evaluasi Kinerja, kuesioner merupakan bagian dari metodologi evaluasi
kinerja yang dipakai mulai dari penilaian SPM (berupa check list) sampai penilaian capaian
kinerja. Adapun informasi yang ingin diperoleh melalui kuesioner adalah:
1) Informasi yang tidak dapat diperoleh melalui reviu dokumen ataupun observasi;
2) Pendalaman dan/atau validasi, serta uji silang dari informasi lain yang sudah diperoleh
sebelumnya.

Mempertimbangkan manfaat, kelebihan, dan kekurangan dari kuesioner, sangatlah penting
untuk memperhatikan langkah-langkah dalam penyusunan kuesioner sehingga tujuan
pengumpulan informasi dapat diperoleh semaksimal mungkin.

c. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dalam metode survai yang menggunakan
pertanyaan secara lisan kepada subjek pemeriksaan.

Teknik wawancara dilakukan jika memerlukan komunikasi atau hubungan dengan
responden. Data yang dikumpulkan umumnya berupa masalah tertentu yang bersifat
kompleks, sensitif atau kontrovesial, sehingga kemungkinan jika dilakukan dengan teknik
kuesioner akan kurang memperoleh tanggapan responden. Teknik wawancara dilakukan
terutama untuk responden yang tidak dapat membaca dan menulis, atau pertanyaan yang
memerlukan pernjelasan dari pewawancara atau memerlukan penerjemaahan. Hasil
wawancara selanjutnya dicatat oleh pewawancara sebagai data penelitan untuk bahan
evaluasi.

Teknik wawancara dapat dilakukan dengan cara tatap muka atau melalui telepon.
Wawancara tatap muka dilakukan antara pewawancara yang mengajukan pertanyaan secara
lisan dengan responden yang menjawab pertanyaan secara lisan.

Teknik ini memungkinkan untuk mengajukan banyak pertanyaan dan memerlukan waktu
lebih lama dibandingkan dengan wawancara melalui telepon.

Pertanyaan peneliti dan jawabanjawaban dapat pula melalui telepon. Teknik ini dapat
mengatasi kelemahan wawancara tatap muka karena dapat mengumpulkan data dari
responden yang letak geografisnya terpencar dengan biaya relatif lebih murah dan diperoleh
dengan waktu yang relatif lebih cepat. Jumlah tenaga pengumpul data relatif lebih sedikit
dibandingkan dengan tenaga yang diperlukan dalam wawancara tatap muka. Namun
kelemahan yang paling utama dari metode ini adalah masalah validitas bukti apabila
responden berbohong. (untuk rincian lengkap kelebihan dan kekurangan metode di atas lihat
lampiran 2)

d. Observasi
Metode pengumpulan data lainnya adalah observasi, yaitu proses pencatatan pola perilaku
subjek (orang), objek (benda) atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau
komunikasi dengan individu sebagai narasumber.

Kelebihan metode ini dibandingkan dengan metode survai bahwa data yang dikumpulkan
umumnya tidak terdistorsi, lebih akurat, dan menghasilkan data lebih rinci mengenai objek
tertentu.

Metode observasi, meskipun demikian, tidak bebas dari kesalahan-kesalahan. Pengamat
kemungkinan memberikan catatan tambahan yang bersifat subjektif, seperti halnya terjadinya
bias karena pengaruh peran wawancara dalam metode survai.

https://id.wikipedia.org/wiki/Audit
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
https://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi
http://audit-si-untag.blogspot.co.id/2015/04/audit-sistem-informasi.html
http://www.pendidikanmu.com/2015/03/tahapan-audit-sistem-informasi-terlengkap.html

Kamis, 16 Maret 2017

Desain Grafis Animasi

Animasi adalah gambar begerak berbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Gambar atau objek yang dimaksud dalam definisi di atas bisa berupa gambar manusia, hewan, maupun tulisan. Pada proses pembuatannyam sang pembuat animasi atau yang lebih dikenal dengan animator harus menggunakan logika berfikir untuk menentukan alur gerak suatu objek dari keadaan awal hingga keadaan akhir objek tersebut. Perencanaan yang matang dalam perumusan alur gerak berdasarkan logika yang tepat akan menghasilkan animasi yang menarik untuk disaksikan.

Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis , kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang , sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak . Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata , gambar , angka , grafik , foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang biasa menggabungkan elemen-elemen ini , sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar .
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah object .

3 dimensi atau biasa disingkat 3D atau disebut ruang, adalah bentuk dari benda yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi. Istilah ini biasanya digunakan dalam bidang seni, animasi, komputer dan matematika.
Seni rupa 3 dimensi merupakan karya seni yang dibatasi tidak hanya dengan sisi panjang dan lebar, tetapi juga dibatasi oleh kedalaman. Atau dalam bahasa sederhananya yaitu karya seni yang memiliki ruang. Unsur ruang inilah yang menjadi pembeda antara karya seni rupa 2 dimensi dengan karya seni rupa 3 dimensi.

Desain pemodelan grafik adalah proses untuk menghasilkan citra suatu objek baik dalam 3D maun 2D, dengan tujuan untuk memahami desain grafi sebagai alat penyampai pesan yang estetis, komunikasi dan efesien dalam kontek media sehingga pada kenyataannya dapat diterapkan untuk berbagai bidang diantaranya adalah seni, kewirausahaan, marketin, dan advertising. Kegiatan yang biasanya berkaitan dengan grafik komputer adalah pemodelan geometris, renderin, aimasi, graphic library/package, application program, dan citra

Software pembuat animasi
Di pasaran sekarang ini sudah banyak beredar software pembuat animasi, baik 2D atau 3D. Untuk lebih jelasnya perhatikan daftar dibawah ini yang disusun berdasarkan kriterianya.

Software Animasi 2 Dimensi :
Macromedia Flash,CoRETAS, Corel R.A.V.E, After Effect s, Moho, CreaToon, TppnBoom, Autodesk animation dll.

Software Animasi 3 Dimensi :
Maya, 3D Studi Max, Maxon Cinema 4D, LightWave, Motion Builder, Hash Animation Master, Wings 3D, Carrara, Infini-D, Canoma dll.

Rendering
Rendering adalah proses akhir dari keseluruhan proses pemodelan ataupun animasi komputer, Dalam rendering, semua data-data yang sudah dimasukkan dalam proses modeling, animasi, texturing, pencahayaaan dengan parameter tertentu akan diterjemahkan dalam sebuah bentuk output. Dengan kata lain memproduksi citra yang lebih solid dari model yang telah dibentuk

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN
Kelebihan Program Aplikasi Adobe Macromedia Flash
•    Merupakan teknologi animasi web yang paling populer saat ini sehingga banyak didukung oleh berbagai pihak.
•    Ukuran file yang kecil dengan kualitas yang baik.
•    Kebutuhan hardware yang tidak tinggi.
•    Dapat membuat website, cd-interaktif, animasi web, animasi kartun, kartu elektronik, iklan TV, banner di web, presentasi interaksi, permainan, aplikasi web dan handphone.
•    Dapat ditampilkan di berbagai media seperti Web, CD-ROM, VCD, DVD, Televisi, Handphone dan PDA.
•    Adanya Actionscript.


Kelemahannya :
  • Grafisnya kurang lengkap
  • Lambat login
  • Kurang simpel
  •  Menunya tidak user friendly
  • Kurang dalam 3D
  • Bahasa pemrogramannya agak susah.
  • Belum ada template di dalamnya
sumber : 
http://tittiduit.blogspot.co.id/
https://frendyrusniady.wordpress.com/2012/10/10/pengertian-desain-grafis/
http://www.suherlin.com/pengertian-dan-contoh-karya-seni-rupa-3-dimensi/
http://firstyavishasepti.blogspot.co.id/2014/11/perkembangan-teknologi-desain-grafis-3d.html

Jumat, 06 Januari 2017

Data Mining

Pengertian Data Mining

Data Mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual. Patut diingat bahwa kata mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Karena itu Data Mining sebenarnya memiliki akar yang panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistik dan database.

Fungsi Data Mining
 
Kegunaan data mining adalah untuk menspesifikasikan pola yang harus ditemukan dalam tugas data mining. Secara umum tugas data mining dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori: deskriptif dan prediktif. Tugas menambang secara deskriptif adalah untuk mengklasifikasikan sifat umum suatu data di dalam database. Tugas data mining secara prediktif adalah untuk mengambil kesimpulan terhadap data terakhir untuk membuat prediksi.
  1. Konsep/Class Description
Data dapat diasosiasikan dengan pembagian class atau konsep.
  1. Association Analysis
Association analysis adalah penemuan association rules yang menunjukkan nilai kondisi suatu attribute yang terjadi bersama-sama secara terus-menerus dalam memmberikan set data.
  1. Klasifikasi dan Predikasi
Klasifikasi dan prediksi mungkin perlu diproses oleh analisis relevan, yang berusaha untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang tidak ditambahkan pada proses klasifikasi dan prediksi.
  1. Cluster Analysis
Tidak seperti klasifikasi dan prediksi, yang menganalisis objek data dengan kelas yang terlabeli, clustering menganalisis objek data tanpa mencari keterangan pada label kelas yang diketahui.
  1. Outlier Analysis
Outlier dapat dideteksi menggunakan test yang bersifat statistik yang mengambil sebuah distribusi atau probabilitas model untuk data, atau menggunakan langkah-langkah jarak jauh di mana objek yang penting jauh dari cluster lainnya dianggap outlier.
  1. Evolution Analysis
Data analisa evolusi menggambarkan ketetapan model atau kecenderungan objek yang memiliki kebiasaan berubah setiap waktu. 
 
Selain itu data mining juga dapat berfungsi sebagai :
1. Segmentasi Pasar
Mengidentifikasi karakteristik umum dari pelanggan yang membeli produk yang sama
2. Analisis keranjang penjualan
Memahami produk atau servis yang pada umumnya dijual bersama-sama.
3. Analisis kecenderungan
Menyatakan perbedaan antara tipe pelanggan bulan ini dan yang lalu.
4. Intelligence Marketing

Jenis-jenis Data Mining 

1. Market Basket Analysis 
  Himpunan data yang dijadikan sebagai objek penelitan pada area data mining. Market basket analysis adalah proses untuk menganalisis kebiasaan pelanggan dalam menyimpan item-item yang akan dibeli ke dalam keranjang belanjaannya.
2. Memory-Based Reasoning 
  Metode klasifikasi yang digabungkan dengan penalaran berbasis memori. proses menggunakan satu set data untuk membuat model dari prediksi atau asumsi-asumsi yang dapat dibuat tentang objek baru yang diperkenalkan.
3. Cluster Detection 
  Ada dua pendekatan untuk clustering. Pendekatan pertama adalah dengan mengasumsikan bahwa sejumlah cluster sudah tersimpan dalam data, tujuannya adalah untuk memecah data ke dalam cluster. Pendekatan lain, disebut clustering agglomerative, dengan asumsi keberadaan setiap jumlah yang telah ditetapkan cluster tertentu, setiap item keluar di cluster sendiri, dan proses terjadi berulang-ulang yang berupaya untuk menggabungkan cluster, meskipun proses komputasi sama. 
4. Link Analysis 
  Proses mencari dan membangun hubungan antara object dalam kumpulan data juga mencirikan sifat yang terkait dengan hubungan antara dua object. Link Analysis berguna untuk aplikasi analitis yang mengandalkan teori grafik untuk mengambil kesimpulan. Selain itu Link Analysis berguna untuk proses optimasi. 
5. Rule Induction 
  Ekstraksi aturan sebab-akibat dari data secara statistic. identifikasi aturan bisnis yang tersimpan di dalam data. Metode berhubungan dengan induksi aturan yang digunakan untuk proses penemuan. Salah satu pendekatan untuk penemuan aturan adalah menggunakan pohon keputusan. 
6. Neural Networks 
  Model prediksi non linear yang melakukan pembelajaran melalui latihan dan menyerupai struktur jaringan nerual yang terdapat pada mahluk hidup. Mampu menurunkan pengertian dari data yang kompleks dan tidak jelas dan dapat digunakan pula untuk mengekstrak pola dan mendeteksi tren2 yang sangat kompleks untuk dibicarakan baik oleh manusia maupun teknik komputer lainnya. 
Keuntungan dan Kerugian Data Mining
Kelebihan Data Mining :
1. Kemampuan dalam mengolah data dalam jumlah yang besar.
2. Pencarian Data secara otomatis.
Kekurangan Data Mining :
1. Kendala Database ( Garbage in garbage out ).
2. Tidak bisa melakukan analisa sendiri.  

Kesimpulan
 
Data mining merupakan proses semi otomatik yang menggunakan teknik statistik, matematika, kecerdasan buatan, dan machine learning untuk mengekstraksi dan mengidentifikasi informasi pengetahuan potensial dan berguna yang tersimpan di dalam database besar.
Fungsi data mining itu sendiri terdiri dari konsep/class description, association analysis, klasifikasi dan predikasi, cluster analysis, outlier analysis, dan evolution analysis. selain itu data mining juga berfungsi untuk segmentasi pasar, analisis keranjang penjualan, analisis kecenderungan, intelligence marketing.
Jenis jenis data mining yaitu market basket analysis, memory-based reasoning, cluster detection, link analysis, rule induction, neural networks. 
Kelebihannya data mining dapat mengolah data dalam jumlah yang besar dan pencarian data secara otomatis.Kekurangannya ada pada kendala database ( garbage in garbage out ) dan tidak bisa melakukan analisa sendiri.
 
sumber : http://michsamuel.blogspot.co.id/2014/05/individu-2-data-mining.html  

Rabu, 23 November 2016

DBMS (Data Base Management System)

PENGERTIAN 

 DBMS (Data Base Management System) yakni perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Secara fungsi, data base management system atau dbms mempunyai fasilitas mengintegrasikan, terhubung, merekayasa dan memelihara basis data.
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diaorganisasikan sesuai struktur tertentu dan disimpan dengan baik.  Untuk mendapatkan informasi yang berguna dari kumpulan data maka diperlukan suatu perangkat lunak (software) untuk memanipulasi data sehingga mendapatkan informasi yang berguna.

FUNGSI DBMS

1. MENJAGA INTEGRITAS DATA
DBMS berfungsi untuk mengurangi dan menghilangkan redundansi data dan memaksimalkan konsistensi data agar setiap kali menampilkan data, sesuai dengan data aslinya.

2. PENYIMPANAN DATA (DATA STORAGE MANAGEMENT)
DBMS berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, kecanggihan DBMS saat ini dapat menyimpan data dalam berbagai jenis seperti video dan gambar.

3. KAMUS DATA
DBMS berfungsi melakukan manajemen terhadap elemen pada database dan bagaimana mereka di hubungkan (relasi) dengan data lainnya.

4. TRANSFORMASI DAN PENYAJIAN DATA
DBMS berfungsi sebagai transformasi dan penyajian data antara lain adalah mengkonversi setiap data yang dimasukkan pada struktur dan format yang telah ditentukan.

5. KEAMANAN DATA
DBMS berfungsi memberikan hak akses pada orang yang sesuai dan mengatur apa saja yang dapat dilakukan oleh user tersebut pada sebuah database.

6. MEMUNGKINKAN AKSES BEBERAPA USER
DBMS memungkinkan beberapa user melakukan interaksi pada sebuah database 

7. MENYEDIAKAN PROSEDUR BACKUP DAN RECOVERY
DBMS memungkinkan database yang ada untuk di backup dan di recovery sesuai dengan kebutuhan dengan memanfaatkan teknik dan wizard yang dimiliki masing masing DBMS.

8. MENYEDIAKAN BAHASA AKSES DAN PEMOGRAMAN
DBMS menyediakan SQL untuk melakukan manipulasi dan membuat skema pada database yang dikenal dengan DML dan DDL.

9. MENYEDIAKAN INTERFACE UNTUK KOMUNIKASI
DBMS menyediakan interface untuk melakukan komunikasi antara database yang satu dengan yang lainnya.

10. MANAJEMEN TRANSAKSI
DBMS menyediakan mekanisme dalam mengatur transaksi dan perintah yang disampaikannya untuk memastikan konsistensi data.

KEUNTUNGAN DBMS

1. Kebebasan data serta hak akses yang efisien
2. Mereduksi saat pengembangan aplikasi
3. Integritas serta keamanan data
4. Administrasi keseragaman data
5. Akses berbarengan serta perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari sistem serentak) 
6. Kurangi data redudansi (bisa direduksi/dikurangi namun tak bisa dihilangkan sekalipun untuk keperluan keyfield
7. Memerlukan sedikit memori unyk penyimpanan data

KERUGIAN DBMS
1. Harga software yang cukup mahal
2. Memerlukan memori sekunder 
3. Membutuhkan pengetahuan spesial agar bisa memakai dengan cara penuh

CONTOH DBMS
1. MySQL
2. Oracle
3. Firebirh
4. Microsoft SQL server 2000
5. Visual Foxpro 6.0
6. Database Desktop Paradox

KESIMPULAN 
Basis data atau Data Base merupakan kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan terorganisasi sesuai struktur tertentu.
Dilihat dari segi fungsi banyak perusahaan nasional maupun internasional yang memanfaatkannya untuk aktivitas perusahaan tersebut. fungsi yang dimaksud yaitu : Menjaga Integritas Data, Penyimpanan Data (Data Storage Management), Kamus Data, Transformasi dan Penyajian Data, Keamanan Data, Memungkinkan Akses Beberapa User, Menyediakan Prosedur Backup dan Recovery, Menyediakan bahasa akses dan pemogramman, Menyediakan interface untuk komunikasi, dan Manajemen Transaksi
keuntungannya kebebasan data serta hak akses yang efisien, mereduksi saat pengembangan aplikasi, integritas serta keamanan data, administrasi keseragaman data, akses berbarengan serta perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari sistem serentak), kurangi data redudansi (bisa direduksi/dikurangi namun tak bisa dihilangkan sekalipun untuk keperluan keyfield, dan memerlukan sedikit memori unyk penyimpanan data
kerugiannya harga software yang cukup mahal, memerlukan memori sekunder, dan membutuhkan pengetahuan spesial agar bisa memakai dengan cara penuh

 SARAN
Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory. Sebaiknya DBMS dikembangkan lagi untuk meminimalisir kerugian yang ada seperti hal dalam segi penyimpanan dan biaya software yang kurang bersahabat.


 

Sabtu, 22 Oktober 2016

SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM)



Sistem Pakar (Expert System)

Pengertian sistem pakar
Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini didalam memberi nasihat dan memecaahkan masalah. Misalnya seorang dokter, penasehatkeuangan, pakar mesin mobil, dan lain sebagainya.
Kepakaran (Expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan masalah yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada junior.
Sistem pakar  adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli.
Tujuan dari sebuah sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar kedalam komputer, dan kemudian kepada orang lain (nonexpert).
Sistem pakar memberikan banyak keuntungan bagi operasi perusahaan dan manajer, tetapi memiliki keterbatasan signifikan.

Tujuan dari pengembangan sistem pakar adalah :

  • ·         Mempermudah tenaga kerja ahl
  • ·         Mengganti tenaga ahli
  • ·         Menggabungkan kemampuan tenaga ahli
  • ·         Training tenaga ahli
  • ·         Mengurangi resiko pada pekerjaan yang berbahaya
  • ·         Menyediakan para ahli pada bidang pekerjaan “kering” 
Keuntungan
Ada banyak manfaat atau keuntungan yang dapat diperolah dengan mengembangkan sistem pakar, antara lain :
1.            Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kehadiran langsung seorang pakar.
2.            Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambah efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja.
3.            Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
4.            Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.
5.            Pengetahuan dari seorang pakar dapat didokumentasikan tanpa ada batas waktu.
6.            Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan.

Kerugian
Selain banyak manfaat yang diperoleh, ada juga kelemahan pengembangan sistem pakar, yaitu :
1.      Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem.
2.      Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak
3.      Biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal.
4.      Sistem tidak bernilai 100% benar

Contoh Aplikasi dan Pengembangan Sistem Pakar
a.       Dendral : Mengidentifikasi struktur organik tak dikenal melalui analisa spektrum massa dan ilmu kimia
b.      Mycin: Identifikasi bakteri penyebab infeksi dan merekomendasikan antiobiotik dengan dosis yang disesuaikan dengan berat tubuh pasien. Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an.
c.       Dipmeter Advisor: Digunakan oleh Schlumberger untuk analisis data dalam pengeboran minyak.
d.      XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar. Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas (CMU), akhir ’70 an. Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780
e.       Sophie : Analisis sirkit elektronik
f.       Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit. Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir ‘70an
g.      Folio : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.
h.      Delta : Pemeliharaan lokomotif listrik disel. Didesign & dikembangkan oleh General Electric Company.
i.        YESMVS : Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage). Didesign oleh IBM awal th ‘80an
j.        ACE : SP troubleshooting pd sistem kabel telpon. Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an

Contoh Aplikasi Sistem Pakar
Ini adalah contoh Sistem Pakar sederhana, Sistem Pakar Bengkel Mobil yang bertujuan untuk mencari apa yang salah sehingga mesin mobil pelanggan yang tidak mau hidup, dengan memberikan gejala-gejala yang teramati. Anggap Sistem Pakar kita memiliki aturan-aturan berikut:
1.      JIKA mesin_mendapatkan_bensin DAN starter_dapat_dihidupkan MAKA ada_masalah_dengan_pengapian
2.      JIKA TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_aki
3.      JIKA TIDAK BENAR starter_dapat_dihidupkan DAN lampu_menyala MAKA ada_masalah_dengan_starter
4.      JIKA ada_bensin_dalam_tangki_bahan_bakar MAKA mesin_mendapatkan_bensin

fasilitas penjelas
Contoh pemakaian fasilitas penjelas dalam Sistem Pakar di atas dapat dilihat pada percakapan berikut :
System Pakar : Apakah ada bensin dalam tangki bahan bakar?
Klien               : Ya
System Pakar  : Apakah starter dapat dihidupkan?
Klien               : Tidak
System Pakar : Apakah lampu menyala?
Klien               : Mengapa?
System Pakar  :  Saya mencoba membuktikan bahwa ada masalah dengan aki. Sudah ditunjukkan adalah tidak benar starter dapat dihidupkan. Sehingga
jika tidak benar bahwa lampu menyala, maka ada masalah dengan
aki. Apakah lampu menyala?
Klien               : Tidak
System Pakar  : Saya berkesimpulan bahwa ada masalah dengan aki
Klien               : Bagaimana bisa?
System Pakar  : Hal ini sesuai dengan aturan no 2 : JIKA TIDAK BENAR
starter_dapat_dihidupkan DAN TIDAK BENAR lampu_menyala
MAKA ada_masalah_dengan_aki bahwa tidak benar
starter_dapat_dihidupkan sudah dijawab, bahwa tidak benar
lampu_menyala sudah dijawab, sehingga dapat disimpulkan bahwa
ada_masalah_dengan_aki.

Kesimpulan
Dari pengertian sistem pakar diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa sitem pakar adalah sistem yang berusaha menerapkan pemikiran ahli pakar dan bertujuan untuk memecahkan masalah dalam bidang tertentu
Artikel diatas juga menjelaskan tentang keuntungan sistem pakar dalam masyarakat umum. Dijaman serba modern seperti ini aplikasi berbasis sistem pakar memang sangat diperlukan masyarakat umum dalam memecahkan masalah di setiap bidangnya masing masing. Sehingga sangat bermanfaat untuk masyarakat yang penuh dengan aktivitas setiap harinya.
Dikarenakan sistem pakar ini masih buatan manusia dan manusia pun tidak lalai dari yang namanya kesalahan dikarenakan manusia itu tidak ada yang sempurna. dapat kita lihat dari beberapa kerugian pada sistem pakar tesebut hal itu dikarenakan adanya kesalahan dalam pembuatan sistem pakar yang tidak terpikirkan oleh seorang ahli pakar.
Inti dari tujuan pembuatan sistem pakar ini agar mempermudah masyarakat awam memecahkan masalah dalam bidang yang bermasalah.

Sumber :